SEJARAH MANUSIA DENGAN AYAM PIARAAN
Peternakan Si Ciung Wanara
Hubungan manusia dengan ayam piaraan sudah terjalin sejak 2.000 tahun sebelum masehi di india. Saat itu ayam liar mulai dijinakkan dan dipelihara untuk memenuhi keperluan ritual upacara keagamaan. Usaha penjinakkan dan pemeliharaan ayam liar menjadi ayam ternak disebut proses domestik.
Pada mulanya yang membuat para penjinak tertarik pada ayam jenis ini adalah sifat ayam yang suka berkelahi dan penampilan bulunya yang cantik cemerlang, terutama yang jantan. Karena sifat berkelahinya lebih menonjol, maka orang mengembangkanya menjadi olah raga sabungan. Dari hobi olah raga menyabung ayam itu mulai tumbuh keinginan orang untuk menjinakkan, memelihara, dan menernakkan ayam kesayanganya lebih lanjut.
Ayam aduan mempunyai rahang dan patuk yang kokoh kuat. Otot leher dan sayapnya amat kuat. Tubuhnya bulat lonjong dan keras. Supaya bertambah galak, Gamenessnya harus di tingkatkan. Gameness adalah kualitas atau sifat mental yang membuat ayam sabungan pantang menyerah, meskipun terluka.
Pada saat melatih gameness. Tak jarang muncul praktik-praktik mengerikan. Tujuanya agar ayam selalu dalam kondisi prima. Kondisi itu baru bisa dicapai bila ayam dilatih rutin setiap hari.
Memelihara ayam untuk diadu tak berbeda dengan memelihara ayam untuk keperluan lain, terutama ayam kampung. Biasanya ayam aduan dipelihara dalam skala kecil. Pejantan yang dipergunakan untuk berternak hanya satu atau dua ekor saja untuk pemakaian selama beberapa generasi.
Ayam aduan tidak mutunya bila tetap terkurung dalam sangkar. Agar sehat dan selalu prima ayam harus cukup dengan sinar matahari dan bebas berjalan-jalan. Pemeliharaan yang tepat adalah pada kandang yang memiliki halaman umbaran.
Setiap peternak atau pemelihara ayam aduan punya resep sendiri-sendiri dalam perawatan ayamnya. Tujuanya, agar diperoleh ayam aduan yang memiliki mutu dan agresifitas yang tinggi. Pemeliharaan ayam aduan memang harus serius, agar kualitasnya terpelihara dan bertahan sengan baik selama diadu.
Si ciung wanara
Ayadu mania

Comments
Post a Comment
Terimakasih telah berkunjung ke blog peternakan si ciung wanara. Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan