AYAM BANGKOK AYAM ADUAN PALING POPULER
Peternakan Si Ciung Wanara
Penampilan ayam bangkok disetiap pertarungan selalu menakjubkan penggemarnya. Baik ayam bangkok asli ataupun keturunannya, selalu unggul diarena persabungan. Popularitasnya yang kuat menyebabkan ayam aduan lokal makin tersingkir dan banyak ditinggalkan orang.
Bagi para botoh (perawat ayam sewaktu diadu) pemelihara, dan peternaknya, ayam bangkok masih merupakan tambang emas yang tidak henti-hentinya memberikan keuntungan.
Munculnya larangan keramaian mengadu ayam pada tahun 1980 an. Ternyata tidak menggoyahkan peredaran ayam bangkok di Indonesia. Para penggemar ayam bangkok tak terpengaruh oleh larangan itu. Bahkan usaha pembudidayaan dan pemeliharaanya masih berlangsung sampai saat ini. Ada yang memelihara ayam bangkok asli, tetapi lebih banyak yang berupa hasil silangan dengan ayam aduan lokal.
Banyak alasan mengapa orang menyukai ayam bangkok.
Pertama, ayam bangkok itu enak dipandang dan dinikmati keindahan fisiknya, karena penampilanya gagah, kekar, dan tegap.
Kedua, ayam ini pemberani, pantang menyerah, dan kesatria.
Ayam bangkok yang telah terlatih sebagai ayam aduan boleh dikatakan sebagai buldog atau gladiator ayam aduan. Kalau bertarung, ayam ini akan bertarung hebat sekali dan pantang menyerah. Namun, ayam ini bersifat patuh dan jinak terhadap pengasuhnya atau pelatihnya.
Ayam bangkok aduan mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1962, ketika di jakarta berlangsung Asian Games IV. Saat itu banyak atlet dari Muangthai yang membawa ayam aduan asal daerahnya ke Jakarta untuk memenuhi pesanan para penggemarnya.
Ayam Bangkok Asli Memiliki Ciri Sebagai berikut.
1. Kepala.
Kepala lonjong seperti buak pinang atau jambe. Tulang alisnya menonjol dan tulang hidung agak kedepan, parug nya kuat, berpangkal kokoh, melengkung, dan berparit mulai dari lubang hidung kearah muka. Jenggernya kecil berbentuk segumpal seperti mahkota, cuping telinga dan pialnya pendek. Jengger, cuping, dan pial berwarna merah cerah. Kulit muka tebal, tak berbulu dan merah, mata agak cekung ke dalam, jernih, dan tajam. Suara kokoknya melengking pendek, biasanya sebagai indikator kualitas ayam bangkok bersangkutan.
2. Badan.
Ayam bangkok asli berbadan panjang dengan sikap badan tegak. Dari ujung kepala sampai ke ujung ekor membentuk sudut miring ke bawah antara 60-70° dengan lutut agak menekuk ke belakang. Dadanya bidang, sayap kuat dengan pangkal sayap yang besar. Tulang capit leher dan tulang capit kloaka rapat. Brutunya besar. Terletak rapat pada ujung punggungnya.
3. Leher.
Lehernya panjang melengkung, berbulu pendek serta keras, dan besar.
4. Kaki.
Ayam bangkok berkaki panjang. Tumit kaki berbentuk persegi dengan sisik rapat dan bersih. Jari kaki kecil-kecil, kurus, panjang, dan kelihatan kering, sisik kaki teratur rapi dan kuning. Saat ayam bangkok berdiri tegak, kakinya agak menekuk ke belakang dengan sikap siap bergerak cepat.
5. Bulu badan.
Bulu badan sangat pendek, keras, dan mengkilap. Batang bulu keras dan besar, sedang daun bulunya kecil dan kering. Bulu hias berwarna merah atau merah kecoklatan. Bulu ekor, panjang, kaku, dan lurus seperti lidi. Batang bulu ekor keras dengan daun bulu kecil-kecil, sempit, dan kering. Bulu ekor hampir lurus dengan garis punggung. Bulu sayap tersusun rapi, kuat, dan keras.
6. Berat dan tinggi badan.
Berat badan ayam bangkok jantan rata-rata 3,5 - 5 kg. Tinggi badan dalam sikap tegak 70 - 75 cm. Ciri-ciri di atas adalah ciri-ciri fisik ayam jantan. Untuk ayam betina ciri-ciri fisiknya hampir sama, hanya lebih kecil ukuranya dan sikap ekornya agak di atas garis datar. Berat badan ayam bangkok betina dewasa sekitar 2,7 kg.
Peternakan si ciung wanara
Ayadu mania
Penampilan ayam bangkok disetiap pertarungan selalu menakjubkan penggemarnya. Baik ayam bangkok asli ataupun keturunannya, selalu unggul diarena persabungan. Popularitasnya yang kuat menyebabkan ayam aduan lokal makin tersingkir dan banyak ditinggalkan orang.
Bagi para botoh (perawat ayam sewaktu diadu) pemelihara, dan peternaknya, ayam bangkok masih merupakan tambang emas yang tidak henti-hentinya memberikan keuntungan.
Munculnya larangan keramaian mengadu ayam pada tahun 1980 an. Ternyata tidak menggoyahkan peredaran ayam bangkok di Indonesia. Para penggemar ayam bangkok tak terpengaruh oleh larangan itu. Bahkan usaha pembudidayaan dan pemeliharaanya masih berlangsung sampai saat ini. Ada yang memelihara ayam bangkok asli, tetapi lebih banyak yang berupa hasil silangan dengan ayam aduan lokal.
Banyak alasan mengapa orang menyukai ayam bangkok.
Pertama, ayam bangkok itu enak dipandang dan dinikmati keindahan fisiknya, karena penampilanya gagah, kekar, dan tegap.
Kedua, ayam ini pemberani, pantang menyerah, dan kesatria.
Ayam bangkok yang telah terlatih sebagai ayam aduan boleh dikatakan sebagai buldog atau gladiator ayam aduan. Kalau bertarung, ayam ini akan bertarung hebat sekali dan pantang menyerah. Namun, ayam ini bersifat patuh dan jinak terhadap pengasuhnya atau pelatihnya.
Ayam bangkok aduan mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1962, ketika di jakarta berlangsung Asian Games IV. Saat itu banyak atlet dari Muangthai yang membawa ayam aduan asal daerahnya ke Jakarta untuk memenuhi pesanan para penggemarnya.
Ayam Bangkok Asli Memiliki Ciri Sebagai berikut.
1. Kepala.
Kepala lonjong seperti buak pinang atau jambe. Tulang alisnya menonjol dan tulang hidung agak kedepan, parug nya kuat, berpangkal kokoh, melengkung, dan berparit mulai dari lubang hidung kearah muka. Jenggernya kecil berbentuk segumpal seperti mahkota, cuping telinga dan pialnya pendek. Jengger, cuping, dan pial berwarna merah cerah. Kulit muka tebal, tak berbulu dan merah, mata agak cekung ke dalam, jernih, dan tajam. Suara kokoknya melengking pendek, biasanya sebagai indikator kualitas ayam bangkok bersangkutan.
2. Badan.
Ayam bangkok asli berbadan panjang dengan sikap badan tegak. Dari ujung kepala sampai ke ujung ekor membentuk sudut miring ke bawah antara 60-70° dengan lutut agak menekuk ke belakang. Dadanya bidang, sayap kuat dengan pangkal sayap yang besar. Tulang capit leher dan tulang capit kloaka rapat. Brutunya besar. Terletak rapat pada ujung punggungnya.
3. Leher.
Lehernya panjang melengkung, berbulu pendek serta keras, dan besar.
4. Kaki.
Ayam bangkok berkaki panjang. Tumit kaki berbentuk persegi dengan sisik rapat dan bersih. Jari kaki kecil-kecil, kurus, panjang, dan kelihatan kering, sisik kaki teratur rapi dan kuning. Saat ayam bangkok berdiri tegak, kakinya agak menekuk ke belakang dengan sikap siap bergerak cepat.
5. Bulu badan.
Bulu badan sangat pendek, keras, dan mengkilap. Batang bulu keras dan besar, sedang daun bulunya kecil dan kering. Bulu hias berwarna merah atau merah kecoklatan. Bulu ekor, panjang, kaku, dan lurus seperti lidi. Batang bulu ekor keras dengan daun bulu kecil-kecil, sempit, dan kering. Bulu ekor hampir lurus dengan garis punggung. Bulu sayap tersusun rapi, kuat, dan keras.
6. Berat dan tinggi badan.
Berat badan ayam bangkok jantan rata-rata 3,5 - 5 kg. Tinggi badan dalam sikap tegak 70 - 75 cm. Ciri-ciri di atas adalah ciri-ciri fisik ayam jantan. Untuk ayam betina ciri-ciri fisiknya hampir sama, hanya lebih kecil ukuranya dan sikap ekornya agak di atas garis datar. Berat badan ayam bangkok betina dewasa sekitar 2,7 kg.
Peternakan si ciung wanara
Ayadu mania

Comments
Post a Comment
Terimakasih telah berkunjung ke blog peternakan si ciung wanara. Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan